Kenapa Kami Memilih Mainan Kayu.
- Rumah Putih

- Mar 31, 2020
- 1 min read

Selain mempersiapkan lingkungan yang Montessori-like di rumah saya juga beli beberapa mainan berbahan dasar kayu yang dapat dimainkan berdasarkan imajinasi & eksperimen anak.
Dalam metode belajar Montessori mainan yang digunakan adalah mainan-mainan yang tidak terpaku pada satu cara bermain saja. Seperti contoh wooden rainbow yang sekarang marak di pasaran bisa menjadi banyak sekali macam permainan dan bukan hanya sekedar stacking toy saja.
Mainan kayu juga sangat kuat dan kita harus memahami namanya juga anak kecil bermain pasti abusive terhadap mainannya, kadang dibanting-banting atau dilempar-lempar atau jatuh saat anak mencoba merapikan kembali mainannya. Saya suka dengan mainan kayu karena mainan kayu sangat tahan banting dan bisa bertahan lama.

Banyak mainan kayu yang tidak memiliki batasan untuk dimainkan hanya dengan satu cara, jadi anak tidak akan cepat bosan dengan mainan-mainannya. Saya jujur tidak membelikan Aksara banyak permainan tapi semua mainan yang ia miliki bisa dimainkan bersama-sama dan juga tidak hanya punya satu cara bermain, jadi dia tidak mudah bosan.
Bahan kayu yang ramah lingkungan juga menjadi alasan saya untuk memilih mainan kayu, selain bahannya ramah lingkungan kitapun bisa menerapkan perilaku yang lebih ramah lingkungan dengan memberikan atau menjual kepada orang lain mainan yang sudah tidak terpakai karena mainan kayu tidak mudah rusak.
Saya juga suka mainan kayu karena mainan kayu tidak akan membuat anak kita over stimulated. Tidak seperti mainan lain yang biasanya mengandung suara-suara berisik dan warna-warna mencolok supaya membuat anak kita terpaku pada hanya mainan itu.
Semoga portingan ini bermanfaat dan dapat memberikan insight buat parents yang sedang ingin update mainan anak-anaknya.



Melalui pendekatan pembelajaran yang sistematis, materi biologi kelas 12 membantu siswa memahami konsep penting seperti metabolisme, genetika, hingga bioteknologi secara bertahap dan lebih terarah.
UNICCM School merancang program Antropologi Kelas 11 dengan fokus pada pemahaman hubungan antara manusia dan lingkungan sosial, sehingga siswa mampu mengaitkan teori antropologi dengan kehidupan nyata.
Kemampuan untuk memahami kosakata sejak dini akan membantu anak-anak belajar bahasa Inggris di kelas berikutnya. Selama pelajaran Bahasa Inggris Kelas 2, siswa UNICCM School akan belajar membaca, mendengar, dan mengucapkan kata dengan benar. Ini akan membantu meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa dimulai dari sekarang.
Setiap anak memiliki potensi besar yang perlu diarahkan dengan tepat. Pendekatan personal di UNICCM School membantu siswa berkembang sesuai minat dan kemampuannya. Saatnya memilih pendidikan yang benar-benar peduli.